Evolusi The Sims: Apa yang Hilang dari The Sims 4 Dibanding Seri Sebelumnya? – Halo Sobat borscht, kamu yang mungkin tumbuh bersama The Sims, dari era pixel kaku di The Sims 1, drama keluarga di The Sims 2, hingga dunia terbuka The Sims 3. Jika kamu pernah memainkan seri-seri itu, besar kemungkinan kamu juga pernah merasakan satu perasaan yang sulit dijelaskan saat bermain The Sims 4: game ini lebih halus, lebih cantik, lebih rapi—tapi entah kenapa terasa kurang hidup.
Pertanyaannya bukan sekadar “mana yang lebih baik”, melainkan apa yang sebenarnya hilang dalam evolusi The Sims? Apakah kita hanya terjebak nostalgia, atau memang ada elemen penting yang dikorbankan demi kenyamanan dan aksesibilitas?
Mari kita bedah dengan kepala dingin.
Evolusi Bukan Selalu Penambahan
Ada asumsi umum bahwa sekuel game selalu berkembang dengan cara menambahkan fitur. Namun dalam praktiknya, evolusi sering berarti menghapus, menyederhanakan, atau mengorbankan sistem lama demi tujuan baru.
The Sims 4 adalah contoh jelas dari ini.
Ia dirancang agar:
- Lebih ringan secara teknis
- Lebih mudah diakses pemain baru
- Lebih stabil dan modular
Masalahnya, banyak sistem lama yang justru membangun ilusi kehidupan malah ikut terpangkas.
Memori dan Konsekuensi: Kehilangan Jejak Masa Lalu
Salah satu kehilangan terbesar dari The Sims 4 adalah sistem memori yang bermakna.
Di The Sims 2:
- Sim mengingat peristiwa besar
- Trauma, perselingkuhan, kematian, dan pencapaian punya dampak jangka panjang
- Kepribadian terasa terbentuk oleh pengalaman
Di The Sims 4, emosi datang dan pergi dengan cepat. Sim bisa bersedih karena kematian pasangan, lalu beberapa jam kemudian bahagia karena dekorasi ruangan. Tidak ada akumulasi makna.
Pertanyaannya: jika masa lalu tidak benar-benar membentuk masa depan, apakah ini masih simulasi kehidupan, atau hanya simulasi suasana hati?
Seorang skeptis akan berkata bahwa sistem emosi The Sims 4 hanyalah UI yang lebih berwarna, bukan sistem psikologis yang dalam.
Kepribadian yang Disederhanakan
The Sims 2 memiliki sistem kepribadian berbasis poin yang kompleks. The Sims 3 memperluasnya lewat traits yang saling bertabrakan dan memengaruhi perilaku secara kontekstual.
The Sims 4 memang memiliki traits, tetapi dampaknya sering:
- Terlalu ringan
- Mudah diabaikan
- Jarang menciptakan konflik internal
Akibatnya, banyak Sim terasa mirip satu sama lain. Perbedaan mereka lebih visual daripada perilaku. Ini adalah kehilangan besar, karena kepribadian adalah inti dari simulasi kehidupan.
Kita tidak hanya kehilangan fitur—kita kehilangan friksi antar sistem.
Dunia yang Tidak Lagi Benar-benar Hidup
Perbandingan paling sering muncul tentu saja soal open world.
The Sims 3 memungkinkan:
- Sim bergerak bebas antar lokasi
- Dunia terasa berjalan meski kamu tidak mengawasinya
- Kehidupan tetangga berkembang secara organik
The Sims 4 memilih dunia berbasis lot dan loading screen. Keputusan ini memang meningkatkan performa dan stabilitas, tetapi mengorbankan rasa kontinuitas dunia.
Kamu tidak lagi merasa hidup di sebuah kota, melainkan berpindah-pindah panggung. Dunia menjadi latar, bukan ekosistem.
Apakah ini langkah mundur? Secara teknis, mungkin tidak. Secara pengalaman, banyak pemain merasa iya.
Kesulitan dan Risiko yang Dipangkas
Seri The Sims sebelumnya tidak selalu ramah. Kematian bisa datang tiba-tiba. Kesalahan kecil bisa berujung bencana. Hidup Sim terasa rapuh.
The Sims 4 secara sadar menghilangkan banyak risiko ini:
- Kematian lebih jarang
- Kebutuhan lebih mudah dipenuhi
- Ekonomi lebih longgar
Ini membuat game lebih santai, tetapi juga menghilangkan ketegangan. Tanpa risiko, keputusan kehilangan bobot. Tanpa kemungkinan gagal, keberhasilan terasa hampa.
Ini bukan sekadar soal “lebih sulit = lebih baik”, melainkan soal makna yang lahir dari keterbatasan.
Cerita Emergen yang Melemah
The Sims dulu terkenal karena cerita-cerita aneh yang muncul secara alami: kecelakaan, konflik, drama keluarga yang tidak direncanakan.
Di The Sims 4, cerita lebih sering:
- Direkayasa pemain
- Dipandu skenario
- Bergantung pada imajinasi, bukan sistem
Game berhenti menjadi rekan pencipta cerita, dan berubah menjadi alat pasif. Jika kamu tidak aktif menciptakan drama, dunia akan berjalan datar.
Ini menjelaskan mengapa banyak pemain merasa game ini “membosankan” meski penuh konten.
Apakah Semua Ini Kesalahan? Tidak Sesederhana Itu
Penting untuk tidak jatuh pada kesimpulan hitam-putih. Banyak hal yang “hilang” di The Sims 4 bukan karena kelalaian, melainkan pilihan desain sadar.
EA memilih:
- Aksesibilitas dibanding kompleksitas
- Stabilitas dibanding simulasi mendalam
- Kenyamanan dibanding ketidakpastian
Dan pilihan ini berhasil secara komersial.
Pertanyaannya bukan apakah The Sims 4 buruk, tetapi untuk siapa game ini dibuat.
Perspektif Alternatif: The Sims 4 Bukan Sekuel, Tapi Reinterpretasi
Mungkin kesalahan kita adalah mengharapkan The Sims 4 menjadi kelanjutan langsung dari filosofi lama. Padahal, ia lebih tepat dilihat sebagai reinterpretasi The Sims sebagai platform kreatif, bukan simulasi kehidupan ketat.
Dalam kerangka ini:
- Dunia tidak perlu hidup sendiri
- Sistem tidak perlu saling bertabrakan
- Pemain adalah sutradara mutlak
Masalahnya, pendekatan ini mengasingkan pemain yang datang untuk disimulasikan, bukan untuk menyimulasikan sendiri.
Kesimpulan: Yang Hilang Bukan Fitur, Tapi Filosofi
Yang hilang dari The Sims 4 dibanding seri sebelumnya bukan sekadar open world, memori, atau tingkat kesulitan. Yang hilang adalah keberanian untuk membiarkan sistem saling berbenturan dan menciptakan kekacauan bermakna.
The Sims 4 lebih rapi, lebih aman, dan lebih ramah. Namun dalam prosesnya, ia kehilangan:
- Rasa konsekuensi
- Jejak masa lalu
- Dunia yang terasa otonom
Apakah itu membuatnya lebih buruk? Tidak selalu. Tapi itu membuatnya berbeda secara fundamental.
Jika kamu merasa The Sims 4 kurang “hidup”, kemungkinan besar bukan karena nostalgia semata, melainkan karena game ini memang memilih untuk tidak mensimulasikan kehidupan sedalam dulu.
Pertanyaannya sekarang: apakah di masa depan The Sims berani kembali ke akar simulasi yang kacau dan tidak nyaman—atau akan terus berjalan di jalur aman yang menguntungkan?
Jawaban itu akan menentukan bukan hanya evolusi The Sims, tetapi juga masa depan genre simulasi kehidupan itu sendiri.
Leave a Reply